PSIKOLOGI HEWAN

PENGANTAR : Menurut saya hewan mempunyai insting, tetapi tidak punya perasaan. Insting hewan bisa dilatih oleh pemeliharanya, sehingga instingnya jadi berkembang dan terlihat oleh kita seperti punya perasaan padahal tetap hanya sebagai insting. Babi atau tikus merupakan contoh hewan yang paling komunikatif dan mudah dipahami. Babi identik dengan kebiasaan malas, sedangkan tikus melambangkan koruptor dan pencuri. Keduanya sangat efektif untuk menyampaikan cermin moral manusia yang buruk.

LONDON – Sebuah survei di Austria mengungkap bahwa anjing merupakan hewan yang memiliki rasa cemburu tinggi. Untuk menunjukkan rasa cemburu, anjing akan melakukan tindakan yang tidak biasa.
Ahli psikologi hewan dari Universitas Vienna Friederike Range seperti dikutip Reuters, dengan mendongkol dan tidak menurut jika diminta menggoyangkan tangannya, ini menunjukkan anjing itu cemburu. Biasanya rasa cemburu itu timbul, jika sang majikan sedang bercanda dengan anjing lainnya atau memberi hadiah yang tak setimpal satu dengan lainnya.
“Anjing termasuk salah satu hewan yang memiliki perasaan emosi yang kompleks dari hewan lainnya,” kata Range.
Hasil studi yang dipublikasikan Proceedings of the National Academy of Sciences ini mengungkap, anjing akan menjilat-jilat tubuh, melukai diri, dan bertingkah seperti stress, jika mendapat hadiah yang juga diberikan kepada anjing lain oleh majikannya.
Dalam penelitian, Range menguji dua anjing yang duduk saling berdekatan. Kemudian peneliti memberikan hadiah yang tidak sama ukurannya pada salah satu anjing. Anjing yang menerima hadiah lebih kecil, menjilat tubuhnya, menguap sebesar-besarnya, melukai dirinya, dan menunjukkan tingkah aneh. Mereka juga menolak melakukan sesuatu seperti yang diperintahkan peneliti.
Studi juga mengungkap hal yang sama pada monyet jika temannya menerima hadiah yang lebih baik dari miliknya. Berbeda dengan anjing, monyet lebih agresif dalam menunjukkan rasa cemburunya, yaitu dengan menyerang. Continue reading

REFLEKSI 6

Presentasi Kelompok 11

EKOSISTEM AQUATIK

Hutan pantai ialah hutan yang menyebar di sepanjang pantai yang tidak tergenang oleh pasang surut air laut.

Hutan rawa adalah lahan genangan air secara ilmiah yang terjadi terus-menerus atau musiman akibat drainase yang terhambat serta mempunyai ciri-ciri khusus secara fisika, kimiawi dan biologis.

Hutan mangrove atau disebut juga hutan pantai, hutan pasang surut air laut, hutan payau, atau hutan bakau. Merupakan tipe hutan tropika yang khas tumbuh di sepanjang pantai atau muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Hutan ini terdapat di Pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Papua.

Ekosistem air tawar memiliki ciri ciri antara lain :

       variasi suhu tidak menyolok

        penetrasi cahaya kurang dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca.

Hampir semua golongan tumbuhan terdapat pada ekosistem air tawar misalnya :

       Protozoa

       Spons

       Cacing, dll.

Ekosistem Air Tawar

Ekosistem air laut memiliki ciri-ciri :

       Memiliki kadar mineral yang tinggi, ion terbanyak ialah Cl (55%), namun kadar garam di laut bervariasi, ada yang tinggi (seperti di daerah tropika) dan ada yang rendah (di laut beriklim dingin).

       Ekosistem air laut tidak dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.

Ekosistem Air Laut

Ekosistem pantai karang dipenuhi dengan terumbu karang dan biota laut lainnya.

Pantai Karang

Pantai berpasir umumnya berada didekat muara sungai. Biota penyusun ekosistem ini sevariatif  pantai pasir putih. Kebanyakan Crustacea seperti undur-undur laut (Emerita sp).

Pantai Berpasir

Ekosistem pantai lumpur terbentuk dari pertemuan antara endapan lumpur sungai dengan laut yang berada di muara sungai dan sekitarnya.

 Pantai Berlumpur

Eustuaria adalah perairan muara sungai semi tertutup yang berhubungan bebas dengan laut, sehingga air laut dengan salinitas tinggi dapat bercampur dengan air tawar.

Eustuaria

Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem pantai yang cukup banyak diminati di dunia ini tidak hanya karena keindahannya (yang membuat harganya tinggi sehingga banyak yangdiambil secara paksa dari laut) tapi juga karena keunikannya.

Terumbu Karang

Presentasi Kelompok 12

SUKSESI

 

 

 

Suksesi adalah suatu proses perubahan, berlangsung satu arah secara teratur yang terjadi pada suatu komunitas dalam jangka waktu tertentu hingga terbentuk komunitas baru yang berbeda dengan komunitas semula.

 

 

 

Berdasarkan kondisi habitat pada awal suksesi, dapat dibedakan dua macam :

  • Suksesi primer, terjadi jika suatu komunitas mendapat gangguan yang mengakibatkan komunitas awal hilang secara total sehingga terbentuk habitat baru.
  • Suksesi sekunder, terjadi jika suatu gangguan terhadap suatu komunitas tidak bersifat merusak total tempat komunitas tersebut sehingga masih terdapat kehidupan / substrat seperti sebelumnya.

Suksesi primer

Suksesi sekunder

Enam sub komponen dalam proses suksesi yaitu:

1. Nudasi         : terbukanya lahan, bersih dari vegetasi

2. Migrasi        : tersebarnya biji

3. Eksesis        : proses perkecambahan, pertumbuhan dan reproduksi

4. Kompetisi  : adanya pergantian spesies

5. Reaksi         : perubahan habitat karena aktivitas spesies

6. Klimaks       : komunitas stabil

Urut-urutan terjadinya proses suksesi:

Lumut kerak——lumut kerak berdaun——–lumut ——— rumput-rumputan (herbaceus) ——— semak-semak (shrubs) —— pohon-pohonan.

Manusia bisa membantu mempercepat proses suksesimelalui reboisasi, walaupun ada tahap yang terlewati.

REFLEKSI 5

Presentasi Kelompok 9

EKOSISTEM

Ekosistem adalah tatanan kesatuan secara kompleks yang di dalamnya terdapat habitat, tumbuhan, dan hewan sebagai unit kesatuan secara utuh, yang pada akhirnya menjadi bagian mata rantai siklus materi dan aliran energi.

Contoh ekosistem : Ekosistem Laut

Sistem tertutup yaitu sistem dengan batas yang memungkinkan untuk terjadinya pertukaran energi, tetapi tidak memungkinkan pertukaran materi antara sistem dengan lingkungannya.
Sistem terbuka yaitu sistem dengan batas yang memungkinkan terjadinya pertukaran energi dan materi melintasi batas.
Keseimbangan (steady state) adalah keadaan tidak berubah yang dipertahankan terus menerus oleh individu maupun ekosistem.

Struktur dan fungsi komponen ekosistem meliputi :

a.Komponen abiotik
b.Komponen biotik
c.Produsen
d.Konsumen
e.Pengurai
Aliran energi dimulai dengan energi memasuki sebagian besar ekosistem dalam bentuk cahaya matahari, energi cahaya matahari ini diubah menjadi energi kimia oleh organisme autotrof, yang kemudian diteruskan ke organisme heterotrof dalam bentuk senyawa-senyawa organik dalam makanannya dan dibuang dalam bentuk panas.
Piramida ekologi yaitu suatu diagram piramida yang dapat menggambarkan hubungan antara tingkat trofik satu dengan tingkat trofik lain, secara kuantitatif pada suatu ekosistem.
Macam- Macam Piramida Ekologi :
  • Piramida energi, adalah piramida yang menggambarkan hilangnya energi pada saat perpindahan energi makanan di setiap tingkat trofik dalam suatu ekosistem.

  • Piramida biomassa, yaitu suatu piramida yang menggambarkan berkurangnya transfer energi pada setiap tingkat trofik dalam suatu ekosistem.

  • Piramida jumlah, yaitu suatu piramida yang menggambarkan jumlah individu pada setiap tingkat trofik dalam suatu ekosistem.

Siklus biogeokimia atau siklus organik-anorganik adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik.

Siklus-siklus biogeokimia antara lain:  siklus air, siklus nitrogen, siklus fosfor, dan siklus karbon.

Siklus Air

Siklus Nitrogen

Siklus Fosfor

Siklus Karbon

Presentasi Kelompok 10

EKOSISTEM DARAT

Ekosistem adalah komunitas organik yang terdiri atas tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme bersama lingkungan fisik dan kimia tempat hidup atau habitatnya.

Komponen penyusun ekosistem adalah komponen abiotik (udara, air, cahaya, pH, kelembapan, salinitas, tanah, dan mineral), dan komponen biotik (produser, konsumen, dan pengurai).
Hutan hujan tropis merupakan ekosistem hutan dengan rata-rata temperatur 25°C dengan perbedaan temperatur yang kecil sepanjang tahun, dan rata-rata kelembapan udara 80 %.
Hutan Hujan Tropis
Hutan musim tropis terdiri atas pepohonan yang menggugurkan daunnya pada musim kemarau. Hutan musim tropis banyak terdapat di Indonesia, Thailand, India, Kamboja, Laos, Vietnam, Australia sebelah utara dan Afrika tengah.

Hutan konifer termasuk daerah-daerah penghasil kayu terbesar di dunia. Jarum-jarum konifer sangat lambat mem busuk, dan tanah meng- embangkan profil pedsol yang sangat khas.

Hutan Konifer

Hutan boreal adalah hutan yang tumbuh di region dingin atau sejuk, beriklim lembab dari pedalaman kontinental.

Hutan Boreal

Hutan gugur daun temperata meliputi daerah beriklim temperata dengan garis lintang menengah. Distribusi alaminya hampir menutupi sebagian besar Eropa.

Hutan gugur daun temperata

Taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan daerah tropik, ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah. Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dan sejenisnya.

Taiga

Hutan Subtropik selalu hijau adalah komunitas yang berkembang baik sekali dalam iklim laut panas-sedang.

Hutan Sub Tropik

Ekosistem padang rumput menguasai daerah yang luas di dunia ini baik di tropika maupun temperata.

padang rumput

Tundra berasal dari bahasa Finlandia yang berarti daerah terbuka tidak berhutan yang kemudian dipakai untuk menggambarkan semua bentuk vegetasi yang tidak ada pohonnya pada garis lintang yang tinggi.

Tundra

Kondisi lingkungan di padang pasir merupakan hasil dari kekurangan satu atau lebih faktor-faktor penting yang diperlukan untuk hidup. Faktor pembatas yang memungkinkan untuk menunjang kondisi ini adalah kekeringan, suhu yang ekstrim, dan kecepatan angin yang tinggi.

Padang pasir

Savana adalah padang rumput dengan diselingi oleh gerombolan pepohonan.

Savana

Hutan elfin di altitudes tinggi – sekitar 500 m di atas (di atas permukaan laut) di Pulau Utara dan 300m di selatan Pulau. Pohon dan tanaman lainnya yang tumbuh di hutan alpine disesuaikan untuk bertahan dingin.

Hutan Kayu Elfin

REFLEKSI 4

Presentasi Kelompok 7

VEGETASI

Vegetasi atau komunitas adalah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain.

Vegetasi di Bama, Taman Nasional Baluran

 

Konsep dasar komunitas meliputi :

- Formasi, merupakan unit vegetasi yang besar di suatu wilayah yang ditunjukkan oleh beberapa bentuk pertumbuhan yang dominan.

 

- Asosiasi, adalah vegetasi regional, dalam formasi ini merupakan klimaks sub iklim dalam formasi umum.

- Ekotone, suatu zona (daerah) peralihan (transisi) atau pertemuan  antara dua komunitas yang berbeda dan menunjukkan sifat yang khas.

 

Faktor yang menyebabkan vegetasi :

iklim

 

 

keadaan tanah

 

 

tinggi rendah permukaan bumi

makhluk hidup (abiotik)

Karakteristik komunitas tumbuhan :
– Keanekaragaman

- Struktur dan komposisi komunitas

- Analisis kuantitatif komunitas tumbuhan

- Dominansi

 

 

 

Pesentasi Kelompok 8

Metode Analisis Vegetasi

Metode analisis vegetasi adalah cara mengidentifikasi atau meneliti suatu komunitas tumbuhan.

Komponen penyusun vegetasi, antara lain :

  1. Belukar
  2. Epifit
  3. Paku-pakuan
  4. Palma
  5. Pemanjat
  6. Terna
  7. Pohon

Belukar

Tanaman Anggrek Epifit pada Pohon Belimbing

 

 

Palma

Pohon

Macam-Macam Metode Analisis Vegetasi :

  1. Metode Destruktif

Contoh : Analisis yang dilakukan pada ikan tawar untuk menganalisis kandungan logam berat dalam ikan tersebut.

  1. Metode Non Destruktif :

-          Metode Floristik, adalah metode yang menentukan kekayaan keanekaragaman dari berbagai bentuk vegetasi.

-          Metode Non Floristik, terdiri dari metode kuadrat, titik, garis, dan kuarter.

Yang paling mudah digunakan adalah metode titik.

Indeks Nilai Penting (INP) adalah indeks yang digunakan untuk menetapkan dominasi suatu jenis terhadap jenis lainnya atau dengan kata lain nilai penting menggambarkan kedudukan ekologis suatu jenis dalam komunitas.

Keanekaragaman jenis adalah parameter untuk membandingkan dua komunitas, terutama untuk mempelajari pengaruh gangguan biotik, untuk mengetahui tingkatan suksesi atau kestabilan suatu komunitas.

Keanekaragaman rumput-rumputan

 

REFLEKSI 3

Presentasi Kelompok 5

Lingkungan Biotik dan Abiotik

Faktor Edafik (Tanah)

Tanah merupakan hasil transformasi zat-zat mineral dan organik di muka daratan bumi (Rachman Sutanto, 2009). Tanah adalah sumber utama penyedia zat hara bagi tumbuhan. Komponen tanah (mineral, organik, air, dan udara) tersusun antara yang satu dan yang lain membentuk tubuh tanah.

Tubuh tanah dibedakan atas horizon-horizon yang kurang lebih sejajar dengan permukaan tanah sebagai hasil proses pedogenesis. Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh & berkembangnya perakaran penopang tegak tumbuhnya tanaman dan menyuplai kebutuhan air dan udara.

Secara kimiawi, tanah berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (senyawa organik dan anorganik sederhana dan unsur-unsur esensial seperti: N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn, B, Cl).

Secara biologi berfungsi sebagai habitat biota (organisme) yang berpartisipasi aktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif (pemacu tumbuh, proteksi) bagi tanaman, yang ketiganya secara integral mampu menunjang produktivitas tanah untuk menghasilkan biomassa dan produksi baik tanaman pangan, tanaman obat-obatan, industri perkebunan, maupun kehutanan.

Tanah tersusun atas 4 bahan utama, yaitu :

a. Bahan Mineral

b. Bahan Organik

c. Air

d. Udara

Tanah sebagai medium untuk pertumbuhan tanaman. Tanah memiliki komposisi seperti karbohidrat (gula, selulosa, hemiselulosa), lemak (gliserida, asam-asam lemak, stearat dan oleat), dan lignin yang tersusun dari C, H, dan O, juga oleh N. P, S, Fe, dan lain-lain,sedangkan bagian mineralnya terdiri dari unsur hara makro dan mikro esensial (Rahardjanto, 2001).

Secara fisika tanah terdiri atas:

a. Padatan, terdiri dari bahan organik dan anorganik.

b. Cairan, air tanah yang mengisi sebagian atau seluruh pori-pori yang terdapat antara butir-butir tanah, di mana air tanah mengandung larutan berbagai garam dan senyawa-senyawa yang terlarut di dalam air.

c. Gas, udara di dalam tanah yang mengisi pori-pori antara butir-butir tanah yang tidak terisi oleh air tanah.

Tekstur tanah, antara lain :

a. Pasir

b. Debu

c. Liat

d. Kerikil

Beberapa Sifat Kimia Tanah antara lain :

a. Derajat Kemasaman Tanah (pH)

b. C-Organik

d. N-Total

Organisme dalam tanah terdiri atas :

  1. Bakteri Aerob
  2. Bakteri Anaerob
  3. Actinomycetes
  4. Fungi
  5. Alga

Fungsi mikroorganisme terhadap tumbuhan adalah dapat menyuburkan tanah.

Contohnya : Nitrobacter sp. dan bakteri rhizobium.

Profil tanah merupakan suatu kumpulan barbagai macam lapisan tanah. Tanah tersusun oleh lapisan-lapisan yang disebut horizon tanah.

Horizon tanah dapat dibedakan menjadi :

  1. Horizon O, yakni horizon tanah yang didominasi oleh bahan organik
  2. Horizon A, yakni horizon mineral yang terbentuk di permukaan atau di bawah horizon O yang menunjukkan kehilangan keseluruhan atau sebagian struktur asli batuan
  3. Horizon E, yakni horizon tanah mineral dengan karakteristik khusus, telah terjadi kehilangan lempung silikat, besi aluminium, atau kombinasinya, dan yang tinggal merupakan akumulasi debu atau pasir
  4. Horizon B, yakni horizon tanah yang terbentuk di bawah horizon A,E, atau O yang bersifat rapuh dan memiliki warna value rendah, warna chroma tinggi, atau memiliki hue lebih merah
  5. Horizon C, yakni horizon yang tidak termasuk batuan induk yang keras dan tidak mempunyai sifat-sifat horizon O, A, E, atau B
  6. Horizon R, yakni horizon tanah yang terbentuk dari batuan induk yang keras termasuk granit, basal, quarsitik, dan batuan kapur keras.

Tumbuhan hanya dapat tumbuh pada horizon yang berada di permukaan. Semakin dalam kedalaman tanah, maka tumbuhan tidak mampu tumbuh dikarenakan unsur hara, bahan mineral, mikroorganisme penyubur tanah, dan kandungan air yang makin sedikit.

Akar tanaman hanya mempu menembus horizon E, karena horizon E merupakan transisi dari daerah subur ke daerah bebatuan. Sedangkan horizon O merupakan daerah yan peling subur ditandai dengan banyaknya tumbuhan yang dapat tumbuh di daerah tersebut.

Topografi adalah studi tentang bentuk permukaan bumi, vegetasi dan pengaruh manusia terhadap lingkungan, dan bahkan kebudayaan lokal. Kemiringan suatu lereng menentukan sebagian besar stabilitas permukaan dan kemampuan untuk menahan air dan pengaruh aspek dan dadahan di garis lintang tinggi.

Kemiringan lereng

Faktor biotik adalah faktor hidup yang meliputi semua makhluk hidup di bumi, baik tumbuhan maupun hewan. Dalam ekosistem, tumbuhan berperan sebagai produsen, hewan berperan sebagai konsumen, dan mikroorganisme berperan sebagai dekomposer.

Interaksi tumbuhan dengan hewan

Interaksi manusia dengan tumbuhan

Interaksi tumbuhan dalam komunitas

Presentasi Kelompok 6

Populasi

Macam-macam populasi pada makhluk hidup

Populasi adalah adalah kumpulan individu sejenis.

Konsep spesies, antara lain :

  1. Konsep Spesies Ekologis, menyatakan bahwa spesies merupakan unit dasar untuk memahami biodiversitas.
  2. Konsep Spesies Taksonomis, merupakan kombinasi dari 3 aspek, yaitu perwujudan luar (morfologi), tingkah laku kawin, dan perbedaan habitatPopulasi adalah kumpulan individu sejenis yang hidup pada suatu daerah dan waktu tertentu. Contoh : Populasi lumba-lumba, populasi komodo, dll.Karakteristik populasi meliputi :
    • Kepadatan ; kepadatan populasi ialah besarnya populasi dalam hubungannya dengan suatu unit atau satuan ruangan.
    • Natalitas ; produksi individu-individu baru di dalam populasi melalui kelahiran, hatching (menetas), germinasi atau pembelahan.                                                          Hatching (menetas)
    • Mortalitas ; jumlah individu dalam populasi yang mati selama periode waktu tertentu.
    • Distribusi, meliputi distribusi umur, distribusi populasi, dan distribusi spasial.

    Pertumbuhan eksponensial adalah pertumbuhan yang terjadi jika populasi ada dalam sesuatu lingkungan ideal baik, yaitu ketersediaan makanan, ruang dan kondisi lingkungan lainnya tidak beroperasi membatasi, tanpa ada persaingan dan lain sebagainya.

    Pertumbuhan sigmoid adalah pertumbuhan populasi yang mula-mula meningkat sangat lambat (fase akselerasi positif), kemudian makin cepat sehingga mencapai laju peningkatan secara logaritmik (fase logaritmik), namun segera menurun lagi secara perlahan dengan makin meningkatnya pertahanan lingkungan.

    Fluktuasi populasi merupakan hasil dari perubahan dalam lingkungan fisik atau intraksi dalam populasi atau keduanya atau antar populasi.

    Komunitas adalah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain.                                                           Komunitas dalam Ekosistem

    Interaksi terdiri atas :

    1. Interaksi antar organisme
    2. Interaksi antar populasi
    3. Interaksi antar komunitas

    Interaksi antar organisme :

    • Netral
    • Predasi
    • Parasitisme
    • Komensalisme
    • Mutualisme
    • Interaksi Antar komponen Biotik dengan  Abiotik


    Parasitisme (benalu pada inangnya)

  3. Komensalisme (ikan badut dengan anemon laut)     Mutualisme (kupu-kupu dengan bunga)

    Interaksi antar populasi.

    Contohnya : alelopati yang merupakan interaksi antar populasi, bila populasi yang satu menghasilkan zat yang dapat menghalangi tumbuhnya populasi lain.            Imperata cylindrica (alang-alang) yang mampu mengeluarkan alelopati

    Kompetisi merupakan interaksi antar populasi, bila antar populasi terdapat kepentingan yang sama sehingga terjadi persaingan untuk mendapatkan apa yang diperlukan.

    Contoh : persaingan antara populasi kambing dengan populasi sapi di padang rumput.  

    Interaksi antar komunitas tidak hanya melibatkan organisme, tapi juga aliran energi dan makanan

Siklus energi dalam rantai makanan

Interaksi antara komponen biotik dengan abiotik membentuk ekosistem. Hubungan antara organisme dengan lingkungannya menyebabkan terjadinya aliran energi, tingkat trofik, keanekaragaman biotik, serta siklus materi dalam sistem itu.

REFLEKSI 2

Presentasi Kelompok 3

Cahaya dan Suhu

  1. Cahaya merupakan faktor lingkungan yang sangat penting sebagai sumber energi utama bagi ekosistem. Tanpa adanya suatu cahaya, semua makhluk hidup di dunia tidak akan mampu untuk bertahan hidup.
  2. Tiga aspek penting dalam sistem ekologi :
    1. Kualitas cahaya; adanya respon kehidupan terhadap berbagai panjang gelombang cahaya
    2. Intensitas cahaya; dipengaruhi oleh sudut dan arah kemiringan, sehingga dapat menghasilakan perbedaan struktur ekosistem pada daerah garis lintang yang tinggi.
    3. Lama penyinaran; lama penyinaran antara siang dan malam dalam 24 jam akan mempengaruhi fungsi dari tumbuhan.
  3. Peran cahaya terhadap tumbuhan, antara lain :
    1. Fotoperiodisme; respon tumbuhan terhadap lamanya penyinaran (panjang pendeknya hari) yang dapat merangsang pembungaan.
    2. Fotoenergetik; pertumbuhan yang dipengaruhi oleh banyaknya energi yang diserap dari sinar matahari oleh bagian tanaman.
    3. Fotodestruktif; tingginya intensitas cahaya yang mengakibatkan fotosintesis semakin tidak bertambah lagi dikarenakan tanaman mengalami batas titik jenuh cahaya sehingga bukan menjadi sumber energi tetapi sebagai perusak.
    4. Fotosibernetik
    5. Fotomorgenesis; pengendalian perkembangan struktur tanaman.
    6. Fototropisme
  4. Strategi adaptasi tumbuhan terhadap cahaya meliputi :
    1. Pigmentasi
    2. Anatomi; proses penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungan sekitarnya yang memperlihatkan perubahan sistem metabolisme dalam tubuhnya.
    3. Morfologi; proses penyesuaian diri makhluk hidup yang memperlihatkan perubahan bentuk dan struktur tubuh.
  5. Karakteristik tumbuhan berdasarkan cahaya terbagi menjadi 2, yaitu :
    1. Heliophyta, merupakan tumbuhan yang mampu beradaptasi pada tempat dengan intensitas cahaya yang tinggi
    2. Sciophyta, merupakan tumbuhan yang mampu bertahan hidup dalam kodisi cahaya yang rendah (tempat teduh)
  6. Suhu merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
  7. Berbagai karakteristika muka bumi penyebab variasi suhu :
    1. Komposisi dan warna tanah
    2. Kegemburan dan kadar air tanah
    3. Kerimbunan tumbuhan
    4. Iklim mikro perkotaan
    5. Kemiringan lereng dan garis lintang
  8. Zonazi tumbuhan berdasarkan suhu ( zona thermo-ekologi dan demokrasi floristic ) :
    1. a. Zona panas

Ketinggian 0 – 700 meter di atas permukaan laut (DPL).

Suhu udara berkisar 26,30C – 220C.

Tanaman yang dapat tumbuh : jagung, padi, tebu, kelapa, dan coklat.

  1. b. Zona sedang

Ketinggian 700 – 1500 meter DPL.

Suhu udara berkisar 22oC – 17,10C.

Tanaman yang dapat tumbuh : karet, kina, sayuran, coklat, kopi dan teh.

  1. c. Zona sejuk

Ketinggian 1500 – 2500 meter DPL.

Suhu udara berkisar 17,1oC – 11,10C.

Tanaman yang dapat tumbuh : pinus, cemara, dan sayuran.

  1. d. Zona dingin

Ketinggian di atas 2500 meter DPL.

Suhu udara mulai 11,10C – 6,20C.

Ditumbuhi tanaman berjenis lumut.

 

 

Presentasi Kelompok 4

Lingkungan Biotik dan Abiotik

  1. Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa.
    1. Udara di bumi mengandung 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% uap air, karbon dioksida, dan gas-gas lain.
    2. Lapisan-lapisan pada atmosfer:
      1. Troposfer
      2. Statosfer
      3. Mesosfer
      4. Termosfer
      5. Ionosfer
      6. Eksofer

  2. Efek rumah kaca; disebabkan karena naiknya gas karbondioksida  (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer.
  3. Angin; merupakan pergerakan udara dan timbul akibat pemanasan yang tetap dari udara.
  4. Pengaruh Angin bagi Tumbuhan; pengaruh angin secara langsung bagi tumbuhan, dan pengaruh angin tidak langsung bagi tumbuhan.

Fungsi Angin :

  1. Mengangkut udara dingin atau hangat.
  2. Menggerakan awan dan kabut
  3. Mencampurkan udara sehingga perubahan suhu tidak terlalu mencolok
  4. Mempengaruhi tumbuhan secara langsung ataupun tidak langsung.
  5. Penyerbukan dan penyebaran tumbuhan dengan bantuan angin

Tumbuhan yang penyebarannya di bantu oleh angin secara biologi di sebut enemikori.

  1. Air
    1. Bentuk air di dalam dan siklus air
      1. Uap air
      2. Hujan
      3. Air tanah

Sifat Air

  1. Berbentuk cair pada suhu ruang
  2. Perubahan suhu air berlangsung lambat sehingga air memiliki sifat sebagai penyimpan panas yang baik
  3. Panas laten vaporisasi dan fusi yang tinggi
  4. Viskositas (hambatan untuk pengaliran) rendah
  5. Adanya gaya adhesi dan kohesi
  6. Air merupakan satu-satunya senyawa yang meregang ketika membeku

Jenis – Jenis Air

1. Air tanah (ground water)

2. Air permukaan (surface water)

Sumber air

  1. Air dari PDAM
  2. Air Hujan
  3. Mata Air
  4. Air Tanah

Siklus air (water cycle)

Siklus air adalah mekanisme transformasi (pergerakan) air yang selalu terjadi setiap saat.

 

Peranan Air bagi Tumbuhan; bagi struktur tumbuhan, sebagai penunjang, alat angkut, pendinginan, pelarut dan medium reaksi biokimia, memberikan turgor bagi sel (penting untuk pembelahan sel dan pembesaran sel), dan sebagai bahan baku fotosintesis.

REFLEKSI 1

 Presentasi 1

Pengertian Dasar Ekologi Tumbuhan

 

1. Ekologi adalah ilmu tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungan.

2. Ekologi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari interaksi tumbuhan dengan lingkungannya.

3. Berdasarkan keilmuan (tingkat integrasinya), ekologi tumbuhan terbagi atas :

a. Autekologi (ekologi spesies)

b. Sinekologi (ekologi komunitas)

4. Autekologi adalah ekologi yang mempelajari suatu spesies yang berinteraksi dengan lingkungannya.

    Contoh : interaksi pohon pinus terhadap lingkungannya.

 

5. Sinekologi adalah ekologi yang mempelajari kelompok organisme yang tergabung dalam satu kesatuan dan saling berinteraksi dalam suatu daerah.

    Contoh : struktur dan komposisi tumbuhan di hutan rawa.

 

6. Interaksi tanaman dapat dibagi menjadi :

a. Interaksi tanaman dengan lingkungan

        Contoh : Sinekologi komunitas – kelompok organisme Pohon Jati yang  menggugurkan daunnya saat musim kemarau guna mengurangi proses transpirasi.

b. Interaksi tanaman dengan hewan

        Contoh : Simbiosis Parasitisme – Burung dan Pohon Pinus, burung memakan buah-buahan lalu menyebarkan bijinya di tempat lain.

c. Interaksi tanaman dengan tanaman lain

        Contoh : Tanaman yang berbagi unsur hara dengan tanaman lain – Benalu yang memperoleh unsur hara dari inangnya.

7. Kerusakan lingkungan masih belum dapat ditanggulangi secara maksimal, namun kita sebagai warga kota dapat memberikan kontribusi pada lingkungan dengan cara membuat media tanam polybag di daerah perkotaan yang lahan hijaunya semakin menyempit bahkan  hampir tidak ada. Tentu saja media tanam polybag ini belum bisa menjadi solusi mengatasi kerusakan lingkungan yang parah saat ini, tetapi sedikit membantu perbaikan atmosfer, namun tidak pada siklus hidrologi dan interaksi langsung terhadap tanah.

 

 

 

 

 

Meminimalisir lahan perkotaan dengan media tanam polybag

 

 

 

Presentasi 2

Tumbuhan dalam Lingkungan

1. Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam berupa tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna.

2. Lingkungan terbagi menjadi 2, yaitu :

a. Lingkungan makro

b. Lingkungan mikro

3. Lingkungan abiotik : Lingkungan yang di dalamnya mengandung komponen tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, dan bunyi.

 

4. Lingkungan biotik : Lingkungan yang mempunyai kehidupan, meliputi manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme.

 

5. Faktor pembatas adalah eksistensi dari keberhasilan suatu organisme atau kelompok organisme tergantung pada keadaan lingkungan yang sangat rumit.

6. Yang merupakan faktor pembatas antara lain : oksigen, cahaya, dll.

7. Niche merupakan tempat makhluk hidup berfungsi di habitatnya, bagaimana cara hidup, atau peran ekologi makhluk hidup tersebut.

8. Strategi tumbuhan terhadap stres dibagi menjadi 2, yaitu:

a. Secara  Abiotik :

1. Strategi tumbuhan terhadap kelebihan air

2. Strategi tumbuhan terhadap kekurangan air

3. Strategi tumbuhan terhadap salinitas

4. Strategi tumbuhan terhadap kekurangan oksigen

5. Strategi tumbuhan terhadap suhu

6. Strategi tumbuhan terhadap cahaya

b. Secara Biotik

9. Adaptasi adalah proses penyesuaian diri makhluk hidup dengan keadaan lingkungan sekitarnya.

10. Adaptasi dibagi menjadi 3, yaitu:

a. Adaptasi Morfologi

 

b. Adaptasi Fisiologi

 

c. Adaptasi Tingkah Laku

 

11. Abaptasi adalah bentuk penyesuaian makluk hidup di mana makluk hidup sangat sulit untuk menyesuaikan dengan lingkungannya, karena kondisi lingkungan yang tidak mendukung (lingkungan yang rusak) pada cara kehidupan makhluk hidup tersebut.

12. Indikator ekologis marupakan tolak ukur yang digunakan untuk berkomunikasi tentang ekosistem dan dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem tersebut.

Contoh : Jumlah yang berbeda pada kumbang taksa yang ditemukan di lapangan dapat digunakan sebagai indikator keanekaragaman hayati.

 13. Manfaat indikator ekologis antara lain:

a. Mengetahui macam-macam ekosistem termasuk biologi, kimia dan fisika

b. Merupakan indikator yang kompleks

c. Berguna untuk analisis kebijakan, perlu untuk dapat menggunakan dan membandingkan hasil indikator pada skala yang berbeda (lokal, regional, nasional dan internasional)