REFLEKSI 1

 Presentasi 1

Pengertian Dasar Ekologi Tumbuhan

 

1. Ekologi adalah ilmu tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungan.

2. Ekologi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari interaksi tumbuhan dengan lingkungannya.

3. Berdasarkan keilmuan (tingkat integrasinya), ekologi tumbuhan terbagi atas :

a. Autekologi (ekologi spesies)

b. Sinekologi (ekologi komunitas)

4. Autekologi adalah ekologi yang mempelajari suatu spesies yang berinteraksi dengan lingkungannya.

    Contoh : interaksi pohon pinus terhadap lingkungannya.

 

5. Sinekologi adalah ekologi yang mempelajari kelompok organisme yang tergabung dalam satu kesatuan dan saling berinteraksi dalam suatu daerah.

    Contoh : struktur dan komposisi tumbuhan di hutan rawa.

 

6. Interaksi tanaman dapat dibagi menjadi :

a. Interaksi tanaman dengan lingkungan

        Contoh : Sinekologi komunitas – kelompok organisme Pohon Jati yang  menggugurkan daunnya saat musim kemarau guna mengurangi proses transpirasi.

b. Interaksi tanaman dengan hewan

        Contoh : Simbiosis Parasitisme – Burung dan Pohon Pinus, burung memakan buah-buahan lalu menyebarkan bijinya di tempat lain.

c. Interaksi tanaman dengan tanaman lain

        Contoh : Tanaman yang berbagi unsur hara dengan tanaman lain – Benalu yang memperoleh unsur hara dari inangnya.

7. Kerusakan lingkungan masih belum dapat ditanggulangi secara maksimal, namun kita sebagai warga kota dapat memberikan kontribusi pada lingkungan dengan cara membuat media tanam polybag di daerah perkotaan yang lahan hijaunya semakin menyempit bahkan  hampir tidak ada. Tentu saja media tanam polybag ini belum bisa menjadi solusi mengatasi kerusakan lingkungan yang parah saat ini, tetapi sedikit membantu perbaikan atmosfer, namun tidak pada siklus hidrologi dan interaksi langsung terhadap tanah.

 

 

 

 

 

Meminimalisir lahan perkotaan dengan media tanam polybag

 

 

 

Presentasi 2

Tumbuhan dalam Lingkungan

1. Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam berupa tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna.

2. Lingkungan terbagi menjadi 2, yaitu :

a. Lingkungan makro

b. Lingkungan mikro

3. Lingkungan abiotik : Lingkungan yang di dalamnya mengandung komponen tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, dan bunyi.

 

4. Lingkungan biotik : Lingkungan yang mempunyai kehidupan, meliputi manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme.

 

5. Faktor pembatas adalah eksistensi dari keberhasilan suatu organisme atau kelompok organisme tergantung pada keadaan lingkungan yang sangat rumit.

6. Yang merupakan faktor pembatas antara lain : oksigen, cahaya, dll.

7. Niche merupakan tempat makhluk hidup berfungsi di habitatnya, bagaimana cara hidup, atau peran ekologi makhluk hidup tersebut.

8. Strategi tumbuhan terhadap stres dibagi menjadi 2, yaitu:

a. Secara  Abiotik :

1. Strategi tumbuhan terhadap kelebihan air

2. Strategi tumbuhan terhadap kekurangan air

3. Strategi tumbuhan terhadap salinitas

4. Strategi tumbuhan terhadap kekurangan oksigen

5. Strategi tumbuhan terhadap suhu

6. Strategi tumbuhan terhadap cahaya

b. Secara Biotik

9. Adaptasi adalah proses penyesuaian diri makhluk hidup dengan keadaan lingkungan sekitarnya.

10. Adaptasi dibagi menjadi 3, yaitu:

a. Adaptasi Morfologi

 

b. Adaptasi Fisiologi

 

c. Adaptasi Tingkah Laku

 

11. Abaptasi adalah bentuk penyesuaian makluk hidup di mana makluk hidup sangat sulit untuk menyesuaikan dengan lingkungannya, karena kondisi lingkungan yang tidak mendukung (lingkungan yang rusak) pada cara kehidupan makhluk hidup tersebut.

12. Indikator ekologis marupakan tolak ukur yang digunakan untuk berkomunikasi tentang ekosistem dan dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem tersebut.

Contoh : Jumlah yang berbeda pada kumbang taksa yang ditemukan di lapangan dapat digunakan sebagai indikator keanekaragaman hayati.

 13. Manfaat indikator ekologis antara lain:

a. Mengetahui macam-macam ekosistem termasuk biologi, kimia dan fisika

b. Merupakan indikator yang kompleks

c. Berguna untuk analisis kebijakan, perlu untuk dapat menggunakan dan membandingkan hasil indikator pada skala yang berbeda (lokal, regional, nasional dan internasional)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s